23 Juni 2026

Kuasai Bahasa Dunia dan Bahasa Al-Qur’an, Pascasarjana INKHAS Sukabumi Siapkan Lulusan Berdaya Saing Global

Sukabumi – Penguasaan bahasa asing kini bukan lagi sekadar nilai tambah, melainkan kebutuhan yang tidak dapat dihindari dalam menghadapi persaingan global. Menyadari pentingnya hal tersebut, Pascasarjana Institut KH. Ahmad Sanusi (INKHAS) Sukabumi terus memperkuat kompetensi Bahasa Inggris dan Bahasa Arab sebagai salah satu ciri khas serta keunggulan lulusannya.

Komitmen tersebut kembali diwujudkan melalui penyelenggaraan Tes TOEFL (Test of English as a Foreign Language) dan TOAFL (Test of Arabic as a Foreign Language) yang dilaksanakan pada Sabtu-Ahad, 30-31 Mei 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 55 mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) dan Pendidikan Agama Islam (PAI) sebagai bagian dari upaya pemetaan sekaligus peningkatan kemampuan bahasa asing mahasiswa pascasarjana.

Dalam era globalisasi, kemampuan berbahasa asing menjadi jembatan untuk mengakses ilmu pengetahuan, memperluas jejaring akademik, dan meningkatkan daya saing lulusan di tingkat nasional maupun internasional. Karena itu, penguasaan Bahasa Inggris dan Bahasa Arab dipandang sebagai kebutuhan strategis bagi mahasiswa pascasarjana.

Rektor INKHAS Sukabumi, Dr. H. A. Suganda, menegaskan bahwa mahasiswa harus mampu menguasai bahasa yang menjadi sarana komunikasi ilmu pengetahuan dan peradaban dunia.

“Dalam menghadapi tantangan masa depan, mahasiswa dituntut untuk menguasai bahasa dunia. Bahasa Inggris sangat penting untuk mengakses perkembangan ilmu pengetahuan dan komunikasi global. Adapun Bahasa Arab memiliki nilai yang lebih mendalam karena merupakan bahasa Al-Qur’an. Dengan menguasai Bahasa Arab, mahasiswa akan lebih mudah memahami kandungan Al-Qur’an secara langsung,” ujarnya.

Pandangan tersebut menunjukkan bahwa penguasaan bahasa asing di lingkungan Pascasarjana INKHAS tidak hanya berorientasi pada kebutuhan akademik dan profesional, tetapi juga menjadi sarana untuk memperdalam pemahaman keislaman.

Wakil Direktur Pascasarjana INKHAS Sukabumi, Dr. Jasmansyah, menjelaskan bahwa penguatan kompetensi bahasa telah menjadi agenda strategis lembaga sejak program pascasarjana meluluskan angkatan pertamanya pada tahun 2021.

“Sejak lulusan pertama tahun 2021 hingga sekarang, kami berkomitmen menjadikan Bahasa Arab dan Bahasa Inggris sebagai kompetensi yang harus dikuasai oleh setiap lulusan Pascasarjana INKHAS. Kami ingin melahirkan lulusan yang mampu membaca referensi global, berkomunikasi secara efektif, serta memiliki pemahaman keislaman yang kuat,” jelasnya.

Komitmen tersebut tidak berhenti pada pelaksanaan tes semata. Sebagai langkah konkret dalam mendukung pembelajaran bahasa secara berkelanjutan, Pascasarjana INKHAS Sukabumi meluncurkan platform pembelajaran dan tes bahasa berbasis digital melalui LC INKHAS.

Platform tersebut dirancang sebagai Learning Management System (LMS) yang memungkinkan mahasiswa belajar secara mandiri kapan saja dan di mana saja. Kehadiran LMS ini menjadi bagian dari transformasi digital pembelajaran bahasa di lingkungan INKHAS sekaligus menjawab kebutuhan generasi pembelajar yang semakin akrab dengan teknologi.

Kepala Lembaga Bahasa INKHAS Sukabumi, Drs. KH. Mukhtar Ubaidillah, mengajak seluruh civitas akademika untuk memanfaatkan fasilitas tersebut secara optimal.

Menurutnya, kemampuan berbahasa asing tidak dapat diperoleh secara instan, melainkan membutuhkan proses latihan yang konsisten. Karena itu, LMS yang telah tersedia diharapkan menjadi sarana efektif untuk membangun budaya belajar bahasa secara mandiri dan berkelanjutan.

Pada kesempatan yang sama, Rektor INKHAS Sukabumi secara resmi meresmikan penggunaan LMS Lembaga Bahasa sebagai penanda dimulainya era baru penguatan kompetensi bahasa berbasis teknologi di lingkungan kampus.

Melalui penyelenggaraan TOEFL dan TOAFL serta peluncuran LMS bahasa, Pascasarjana INKHAS Sukabumi menunjukkan bahwa penguasaan Bahasa Inggris dan Bahasa Arab bukan sekadar program akademik, melainkan investasi strategis untuk mencetak lulusan yang unggul, religius, adaptif terhadap perubahan, dan siap bersaing di tingkat global. Di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan ilmu pengetahuan, kemampuan menguasai bahasa dunia dan bahasa Al-Qur’an menjadi modal penting bagi lahirnya generasi intelektual Muslim yang berwawasan luas sekaligus berakar kuat pada nilai-nilai keislaman.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *