13 Agustus 2026

Promosi Doktor Dedi Junaedi: Menguatkan Model Kompetensi Ekoteologi Guru PAI Berbasis Ekopesantren

Surabaya, 17 Juli 2026 – Isu krisis lingkungan yang semakin kompleks menuntut hadirnya paradigma baru dalam pendidikan, termasuk Pendidikan Agama Islam (PAI). Berangkat dari pemikiran tersebut, Dr. Dedi Junaedi berhasil meraih gelar Doktor Pendidikan Agama Islam pada Program Studi Doktor PAI, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya, melalui disertasi yang mengangkat tema penguatan kompetensi ekoteologi guru PAI.

Dalam ujian terbuka promosi doktor (Tahap II), Dr. Dedi Junaedi mempertahankan disertasinya yang berjudul “Model Kompetensi Ekoteologi Guru Pendidikan Agama Islam di Sekolah Berbasis Ekopesantren (Studi Multi Situs di SMP Daarut Tauhid Bandung dan SMP Al-Ashriyyah Nurul Iman Bogor).” Penelitian tersebut menawarkan model kompetensi guru PAI yang mengintegrasikan nilai-nilai teologi Islam dengan kepedulian terhadap pelestarian lingkungan melalui pendekatan pendidikan berbasis ekopesantren.

Sidang promosi dipimpin oleh Prof. Dr. H. Muhammad Thohir, S.Ag., M.Pd. selaku Ketua Penguji, dengan Prof. Dr. Kusaeri, M.Pd. sebagai Sekretaris Penguji. Tim promotor terdiri atas Prof. H. Nur Kholis, M.Ed.Admin., Ph.D. dan Prof. Dr. Hanun Asrohah, M.Ag., serta didukung dewan penguji yang di antaranya Prof. Dr. Ketut Prasetyo, M.S. sebagai penguji eksternal.

Institut KH. Ahmad Sanusi (INKHAS) Sukabumi turut hadir memberikan dukungan kepada salah satu dosennya. INKHAS diwakili oleh Wakil Direktur Pascasarjana, Dr. Jasmansyah, M.Pd., dan Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan, Drs. H. Deni Zainal Abidin, M.Pd.

Dalam sambutannya yang mewakili Rektor INKHAS Sukabumi, Dr. Jasmansyah, M.Pd. menyampaikan apresiasi atas keberhasilan tersebut sekaligus menegaskan pentingnya pengembangan keilmuan yang responsif terhadap tantangan zaman.

“Kami mengucapkan selamat dan sukses kepada Dr. Dedi Junaedi atas capaian akademik yang luar biasa ini. Disertasi tentang kompetensi ekoteologi guru PAI merupakan kontribusi ilmiah yang sangat relevan dengan tantangan global saat ini. Kami berharap hasil penelitian ini dapat dikembangkan menjadi model pendidikan yang memperkuat kesadaran ekologis berbasis nilai-nilai Islam serta memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan Institut KH. Ahmad Sanusi Sukabumi dan dunia pendidikan Islam secara lebih luas,” ujar Dr. Jasmansyah.

Usai sidang, Prof. H. Nur Kholis, M.Ed.Admin., Ph.D. dan Prof. Dr. Hanun Asrohah, M.Ag. selaku promotor menyampaikan apresiasi atas keberhasilan promovendus dalam menyelesaikan penelitian yang dinilai memiliki nilai kebaruan (novelty) dan relevansi terhadap pengembangan Pendidikan Agama Islam. Menurut keduanya, konsep ekoteologi yang dikembangkan tidak hanya memperkaya kajian akademik, tetapi juga memiliki potensi implementasi dalam membangun karakter peserta didik yang religius sekaligus berwawasan lingkungan.

Apresiasi serupa juga disampaikan oleh seluruh dewan penguji, termasuk Prof. Dr. Ketut Prasetyo, M.S. sebagai penguji eksternal. Para penguji menilai bahwa penelitian tersebut memberikan perspektif baru mengenai integrasi nilai-nilai keislaman dengan pendidikan lingkungan hidup serta diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengembangan kurikulum, penelitian, maupun praktik pembelajaran PAI di Indonesia.

Keberhasilan ini menjadi pencapaian penting bagi INKHAS Sukabumi dalam memperkuat kapasitas akademik sumber daya manusianya. Lebih dari itu, disertasi yang mengangkat tema ekoteologi diharapkan menjadi salah satu kontribusi ilmiah dalam membangun paradigma Pendidikan Agama Islam yang tidak hanya berorientasi pada pembentukan kesalehan individual dan sosial, tetapi juga pada penguatan tanggung jawab ekologis sebagai bagian dari amanah kekhalifahan manusia di muka bumi.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *