
Lombok Timur, 26 Agustus 2026 – Dr. Jasmansyah, M.Pd, menjadi salah satu keynote speaker pada Nutral International Conference in Religious Studies Evaluation on Digital Revolution (RELIEV) 2026 yang diselenggarakan di Universitas Hamzanwadi, Pancor, Lombok Timur, pada 26–28 Agustus 2026. Konferensi internasional ini mengusung tema “Reevaluating Religious Studies in the Digital Revolution Towards Sustainable Development Goals”dan menjadi forum akademik yang mempertemukan para peneliti, pendidik, serta praktisi dari berbagai negara untuk mendiskusikan transformasi studi keagamaan di era digital. (Reliev)
Kegiatan yang berlangsung secara hybrid tersebut dihadiri oleh sekitar 220 peserta dari 11 negara yang mengikuti sesi secara langsung maupun daring. Berbagai isu strategis dibahas, mulai dari literasi keagamaan digital, inovasi pembelajaran, pemanfaatan teknologi dan kecerdasan buatan dalam pendidikan, hingga kontribusi studi keagamaan terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). (Reliev)
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Jasmansyah, M.Pd menyampaikan presentasi berjudul “Improving Students’ Critical Thinking Skills through the Implementation of Problem-Based Learning (PBL) in Religion and Ethics Classroom at Nusa Putra University.” Presentasi ini menyoroti pentingnya pengembangan keterampilan berpikir kritis sebagai salah satu kompetensi utama abad ke-21 yang harus dimiliki mahasiswa dalam menghadapi kompleksitas kehidupan sosial, perkembangan teknologi, dan tantangan global.

Menurut Dr. Jasmansyah, pembelajaran agama dan etika tidak cukup hanya berorientasi pada penguasaan konsep dan hafalan, tetapi juga harus mampu mendorong mahasiswa untuk menganalisis masalah, mengevaluasi berbagai perspektif, serta mengambil keputusan yang bertanggung jawab berdasarkan nilai-nilai moral dan etika. Oleh karena itu, model Problem-Based Learning (PBL) dipandang sebagai pendekatan yang efektif untuk menciptakan pembelajaran yang lebih aktif, kontekstual, dan bermakna.

Dalam paparannya dijelaskan bahwa implementasi PBL dilakukan melalui penyajian masalah-masalah nyata yang relevan dengan kehidupan masyarakat dan isu-isu etika kontemporer. Mahasiswa didorong untuk mengidentifikasi permasalahan, mencari informasi dari berbagai sumber, berdiskusi secara kolaboratif, serta merumuskan solusi berdasarkan kajian akademik dan nilai-nilai keagamaan. Proses ini tidak hanya meningkatkan pemahaman konsep, tetapi juga mengembangkan kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, dan pemecahan masalah.
Hasil implementasi yang dipresentasikan menunjukkan bahwa pendekatan PBL mampu meningkatkan keterlibatan mahasiswa dalam proses pembelajaran dan memberikan dampak positif terhadap kemampuan mereka dalam mengemukakan argumentasi yang logis, menganalisis isu secara mendalam, serta mengambil keputusan yang lebih reflektif dan bertanggung jawab.

Presentasi tersebut memperoleh perhatian dan apresiasi dari peserta konferensi karena menawarkan praktik baik (best practice) dalam pembelajaran agama dan etika yang relevan dengan tuntutan era digital. Selain itu, pendekatan yang dikembangkan dinilai sejalan dengan tujuan SDGs, khususnya pada aspek pendidikan berkualitas (Quality Education), penguatan nilai-nilai sosial, serta pengembangan sumber daya manusia yang kritis, kreatif, dan berkarakter.
Melalui partisipasi dalam RELIEV 2026, Dr. Jasmansyah menegaskan pentingnya kolaborasi internasional dalam pengembangan pendidikan dan penelitian guna menghasilkan inovasi pembelajaran yang mampu menjawab tantangan masa depan serta mendukung terwujudnya pembangunan berkelanjutan.

Ringkasan Materi Presentasi
Judul: Improving Students’ Critical Thinking Skills through the Implementation of Problem-Based Learning (PBL) in Religion and Ethics Classroom at Nusa Putra University
Latar Belakang
- Rendahnya kemampuan berpikir kritis mahasiswa dalam menganalisis isu-isu agama dan etika kontemporer.
- Kebutuhan keterampilan abad ke-21 yang menuntut kemampuan analisis, evaluasi, dan pengambilan keputusan.
Tujuan
- Meningkatkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa melalui penerapan Problem-Based Learning (PBL).
- Menciptakan pembelajaran agama dan etika yang lebih aktif, kontekstual, dan berpusat pada mahasiswa.
Implementasi PBL
- Penyajian masalah nyata terkait isu agama dan etika.
- Identifikasi dan analisis masalah oleh mahasiswa.
- Pengumpulan informasi dari berbagai sumber.
- Diskusi dan kolaborasi kelompok.
- Penyusunan solusi berdasarkan nilai agama dan etika.
- Presentasi dan refleksi hasil pembelajaran.
Hasil Utama
- Peningkatan kemampuan analisis dan argumentasi mahasiswa.
- Meningkatnya partisipasi aktif dalam pembelajaran.
- Penguatan kemampuan pemecahan masalah dan pengambilan keputusan.
- Terbentuknya sikap reflektif dan tanggung jawab moral.
Kesimpulan
Problem-Based Learning (PBL) terbukti menjadi pendekatan efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa pada mata kuliah Religion and Ethics serta mendukung pengembangan kompetensi abad ke-21 yang selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs).
