Nusa Putra Tuan Rumah ASEAN Youth Camp 2026, Hadirkan Lebih dari 300 Peserta dari Asia dan Afrika
Sukabumi — Universitas Nusa Putra akan menjadi tuan rumah kegiatan internasional ASEAN Youth Camp 2026 (AYC 2026) yang dijadwalkan berlangsung pada 5–10 Oktober 2026. Kegiatan bergengsi ini diperkirakan akan diikuti oleh lebih dari 300 peserta, yang terdiri dari guru dan siswa dari berbagai negara di kawasan ASEAN serta sejumlah negara dari Asia dan Afrika.
ASEAN Youth Camp merupakan agenda tahunan berskala internasional yang secara bergilir diselenggarakan di berbagai negara. Tahun 2026, Indonesia melalui Universitas Nusa Putra mendapat kehormatan sebagai penyelenggara, sekaligus menjadi ruang strategis untuk memperkuat kolaborasi pendidikan lintas negara.
Panitia pengarah, Dr. Jasmansyah, M.Pd., MH., menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pertemuan pemuda, tetapi juga wadah pembelajaran global yang mendorong peningkatan kompetensi guru dan siswa.
“ASEAN Youth Camp adalah agenda tahunan yang diselenggarakan di berbagai negara secara bergilir. Kegiatan ini menjadi sarana penting untuk membangun jejaring internasional, memperkuat kepemimpinan generasi muda, serta mendorong kolaborasi pendidikan lintas budaya,” ujarnya.
Selama enam hari pelaksanaan, peserta akan mengikuti berbagai rangkaian kegiatan edukatif dan interaktif, di antaranya:
- Teachers Conference dan Students Conference
- Leadership Workshop
- Cultural Performances (pertunjukan budaya antarnegara)
- Kompetisi akademik dan non-akademik
- Educational Visit dan School Visit
- Outbound dan fun activities (games)
- Expo pendidikan dan inovasi
Kegiatan ini dirancang tidak hanya untuk memperkaya wawasan akademik, tetapi juga untuk memperkuat pemahaman lintas budaya, keterampilan kepemimpinan, serta semangat kolaborasi global di kalangan peserta.
Dengan kehadiran ratusan peserta dari berbagai negara, ASEAN Youth Camp 2026 diharapkan menjadi momentum penting bagi Indonesia, khususnya Sukabumi, dalam memperkuat peran sebagai pusat kegiatan pendidikan internasional serta memperkenalkan kekayaan budaya bangsa kepada dunia.
Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi pengembangan pendidikan, pertukaran ide inovatif, serta terbentuknya jejaring global yang berkelanjutan di kalangan guru dan generasi muda.

