SUKABUMI – Aula SMAN 1 Sukabumi menjadi saksi lahirnya sejarah baru dalam kompetisi akademik paling prestisius tahun ini. Melalui atmosfer pertandingan yang diibaratkan seperti “catur intelektual”, SMAN 3 Sukabumi (Smanti) akhirnya berhasil mengamankan gelar juara pertama setelah terlibat persaingan yang amat tipis dan menegangkan dengan rival abadinya, SMAN 2 Sukabumi (Smanda), pada Kamis (21/05/2026).
Kompetisi yang diinisiasi oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Inggris SMA Kota Sukabumi ini bukan sekadar ajang unjuk kemampuan berbahasa asing, melainkan panggung pertarungan ide, logika murni, dan kedewasaan berpikir generasi muda.

Mosi Spontan 20 Menit: Menguji Batas Kemampuan Berpikir Kritis
Ketegangan di babak final mencapai puncaknya ketika panitia menerapkan aturan yang menuntut konsentrasi tinggi: *motion* (mosi) debat baru diberikan secara langsung **20 menit sebelum beradu argumen di podium**.
Waktu persiapan yang sangat terbatas ini memaksa kedua tim untuk berpikir taktis di bawah tekanan tinggi. Tanpa waktu luang untuk bersantai, mereka harus menyusun anatomi argumen yang kuat hanya berbekal wawasan yang telah mereka miliki.
Di hadapan tiga dewan juri, kedua tim tampil dengan pembawaan yang sangat memukau. Saling lempar data, fakta, hingga sanggahan (*rebuttal*) yang tajam namun tetap disampaikan secara elegan mewarnai sepanjang jalannya pertandingan. Penonton beberapa kali dibuat terpukau oleh kelihaian para peserta dalam mematahkan premis lawan secara cerdas dan penuh hormat.
Meski pada akhirnya dewan juri menetapkan SMAN 3 Sukabumi sebagai peraih trofi utama, apresiasi luar biasa justru mengalir deras untuk tim SMAN 2 Sukabumi. Penampilan anak-anak Smanda dinilai sangat luar biasa, menunjukkan kematangan *public speaking*, penguasaan isu kontemporer, serta mentalitas juara yang solid hingga detik terakhir.

*Sistem Gugur yang Kompetitif**
Ketua MGMP Bahasa Inggris SMA Kota Sukabumi, Anang, menjelaskan bahwa perjalanan menuju babak final ini tidaklah mudah. Diikuti oleh tujuh sekolah terbaik, fase penyaringan dilakukan secara ketat menggunakan sistem *victory point* pada babak *preliminaries*.
> “Setiap sekolah harus melewati tiga kali pertandingan intensif di babak awal sebelum akhirnya terpilih empat sekolah terbaik yang berhak melaju ke fase semifinal dan final,” ungkap Anang.
>
Acara ini dibuka secara resmi oleh Ketua MKKS SMA Kota Sukabumi, Ceng Mamat. Dalam sambutannya, ia menggarisbawahi bahwa kompetisi seperti ini adalah investasi penting bagi masa depan siswa. Di era globalisasi, kemampuan diplomasi dan berbahasa asing adalah kunci utama untuk mampu bersaing di kancah internasional.

Berikut adalah hasil akhir resmi Lomba Debat Bahasa Inggris SMA Kota Sukabumi 2026:
* 🏆 **Juara 1 :** SMAN 3 Sukabumi (Smanti)
* 🥈 **Juara 2 :** SMAN 2 Sukabumi (Smanda)
* 🥉 **Juara 3 Bersama :** SMAN 4 Sukabumi & SMAN 1 Sukabumi
Apresiasi Beasiswa Internasional untuk Para *Best Speaker
Sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan kecerdasan para peserta, tiga debater terbaik yang meraih predikat *Best Speaker* tidak hanya akan menjadi duta perwakilan Kota Sukabumi ke tingkat Provinsi Jawa Barat, tetapi juga mendapatkan jaminan masa depan akademik.
Ketiganya berhak menerima beasiswa kuliah Program Internasional dari Universitas Nusa Putra. Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan langsung oleh perwakilan universitas, Dr. Jasmansyah.
Kompetisi tahun ini sukses membuktikan bahwa pelajar Kota Sukabumi memiliki kapasitas intelektual yang siap bersaing di level yang lebih tinggi. Lebih dari sekadar menang dan kalah, ruang aula SMAN 1 Sukabumi hari itu telah menjelma menjadi “laboratorium masa depan”—tempat di mana para calon pemimpin bangsa dengan visi global dan karakter kompetitif dilahirkan.

