Sukabumi – Ketua Umum YASPI Pondok Pesantren Syamsul Ulum, Dra. Hj. Neni Fauziah, M.Ag, secara resmi membuka International Conference on Social and Islamic Studies (ICONSIST) 2026 yang diselenggarakan oleh Institut KH. Ahmad Sanusi (INKHAS) Sukabumi, Sabtu 27 Juni 2026 di Auditorium KH. Ahmad Sanusi. Kegiatan bertaraf internasional ini menjadi ajang pertemuan akademik yang mempertemukan para akademisi, peneliti, praktisi, mahasiswa, dan pemerhati pendidikan serta studi Islam dari berbagai negara.
Dalam sambutannya, Dra. Hj. Neni Fauziah, M.Ag menegaskan pentingnya penguatan tradisi akademik dan pengembangan ilmu pengetahuan yang berlandaskan nilai-nilai keislaman. Menurutnya, konferensi internasional seperti ICONSIST menjadi media strategis untuk memperkuat jejaring akademik global sekaligus melahirkan gagasan-gagasan inovatif dalam menjawab berbagai tantangan sosial, pendidikan, dan keagamaan di era modern.

Pada kesempatan tersebut, beliau juga memaparkan kiprah KH. Ahmad Sanusi, pahlawan nasional asal Sukabumi yang dikenal sebagai ulama, pejuang, dan pemikir besar yang memiliki kontribusi penting dalam membangun peradaban masyarakat Jawa Barat, khususnya Sukabumi. Perjuangan dan pemikiran KH. Ahmad Sanusi dinilai relevan untuk terus diwariskan kepada generasi muda, terutama dalam dunia pendidikan tinggi.
“Nama KH. Ahmad Sanusi yang disematkan dalam penamaan institut bukan hanya sekadar nama, tetapi bagaimana nilai-nilai perjuangan, keteladanan, dan semangat pengabdian beliau dapat menjadi inspirasi bagi seluruh keluarga besar INKHAS Sukabumi dalam membangun pendidikan yang berkualitas dan berdaya saing global,” ujar Neni Fauziah.
Sementara itu, Ketua Panitia ICONSIST 2026, Dr. Jasmansyah, M.Pd, dalam laporannya menyampaikan bahwa konferensi tahun ini menunjukkan peningkatan partisipasi internasional yang sangat signifikan. Sebanyak 10 negaraterlibat dalam kegiatan ini, yaitu Indonesia, Malaysia, Uzbekistan, Belanda, Kirgistan, Mali, Maroko, Sri Lanka, Yaman, dan Turki.

Selain itu, sebanyak 110 artikel ilmiah (papers) berhasil diterima dan dipresentasikan dalam konferensi yang berasal dari berbagai perguruan tinggi dalam dan luar negeri. Paper-paper tersebut mengangkat beragam isu kontemporer dalam bidang pendidikan, sosial, teknologi, humaniora, serta studi Islam yang relevan dengan perkembangan masyarakat global.
Dr. Jasmansyah juga melaporkan bahwa jumlah peserta yang mengikuti ICONSIST 2026 mencapai 450 orang, baik secara daring maupun luring. Para peserta berasal dari 9 perguruan tinggi negeri dan swasta, serta berbagai lembaga pendidikan dan organisasi profesi yang memiliki perhatian terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan penelitian.
“ICONSIST tidak hanya menjadi forum presentasi hasil penelitian, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi akademik untuk membangun jejaring internasional, memperkuat budaya riset, dan meningkatkan kualitas publikasi ilmiah para dosen, peneliti, serta mahasiswa,” ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, Rektor INKHAS Sukabumi, Dr. H. A. Suganda, M.Ag, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya konferensi internasional tersebut. Menurutnya, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen institusi dalam meningkatkan mutu akademik dan memperluas kerja sama internasional.
“ICONSIST merupakan wadah yang sangat penting untuk sharing ideas dan pertukaran gagasan antara akademisi, praktisi, mahasiswa, dan peneliti dalam bidang pendidikan, sosial, serta kajian keislaman. Melalui forum ini, berbagai perspektif dan hasil penelitian dapat didiskusikan secara ilmiah sehingga menghasilkan rekomendasi yang bermanfaat bagi masyarakat dan dunia pendidikan,” tuturnya.
Rektor juga berharap konferensi ini mampu memperkuat posisi INKHAS Sukabumi sebagai perguruan tinggi yang aktif dalam pengembangan riset dan publikasi ilmiah di tingkat nasional maupun internasional. Kehadiran peserta dan narasumber dari berbagai negara menjadi bukti bahwa kolaborasi akademik lintas batas semakin penting dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.

